Main Article Content
Abstract
The application of sanctions for election crimes in South Sulawesi Province is guided by Government Regulation instead of Law Number 1 of 2022 and Article 1, Number 1, concerning election offenses related to election administration violations. This study adopts a descriptive qualitative research approach. It aims to gather field information through questionnaires distributed to employees and Acting KPU (General Election Commission) officials, specifically focusing on cases of fraud and political money during the election process in Makassar City, South Sulawesi Province. Makassar City was chosen as the research location due to its strategic role as a political center in South Sulawesi and its favorable conditions for supporting the study.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
- Abdullah, R. (2009). Mewujudkan pemilu yang lebih berkualitas (Pemilu legislatif). Jakarta: Rajawali Pers.
- Bachtiar. (2015). Problematika implementasi putusan Mahkamah Konstitusi pada pengujian UU terhadap UUD. Jakarta: Raih Asa Sukses.
- Bakir Ihsan, A. (2009). Etika dan logika berpolitik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
- Bungin, M. B. (2007). Penelitian kualitatif. Jakarta: Prenada Media Group.
- Cangara, H. (2009). Komunikasi politik: Konsep, teori, dan strategi. Jakarta: Rajawali Pers.
- Firdaus, M. (2012). Komunikasi politik Islam. Makassar: Alauddin University Press.
- Huda, N., & Nasef, M. I. (2017). Penataan demokrasi dan pemilu di Indonesia pasca reformasi. Jakarta: Kencana.
- Labolo, M., & Ilham, T. (2017). Partai politik dan sistem pemilihan umum di Indonesia: Teori, konsep, dan isu strategis. Depok: Rajawali Pers.
- Mahfud MD, M. (2017). Kata pengantar. Dalam N. Huda & M. I. Nasef (Eds.), Penataan demokrasi dan pemilu di Indonesia pasca reformasi (hlm. vii–xii). Jakarta: Kencana.
- Pramono, A. (2005). Elite politik: Yang loyo dan harapan masa depan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
- Asshiddiqie, J. (2015). Hukum tata negara dan pilar-pilar demokrasi. Jakarta: Sinar Grafika.
- Zamroni. (2013). Pendidikan demokrasi pada masyarakat multikultur. Yogyakarta: Ombak.
References
Abdullah, R. (2009). Mewujudkan pemilu yang lebih berkualitas (Pemilu legislatif). Jakarta: Rajawali Pers.
Bachtiar. (2015). Problematika implementasi putusan Mahkamah Konstitusi pada pengujian UU terhadap UUD. Jakarta: Raih Asa Sukses.
Bakir Ihsan, A. (2009). Etika dan logika berpolitik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Bungin, M. B. (2007). Penelitian kualitatif. Jakarta: Prenada Media Group.
Cangara, H. (2009). Komunikasi politik: Konsep, teori, dan strategi. Jakarta: Rajawali Pers.
Firdaus, M. (2012). Komunikasi politik Islam. Makassar: Alauddin University Press.
Huda, N., & Nasef, M. I. (2017). Penataan demokrasi dan pemilu di Indonesia pasca reformasi. Jakarta: Kencana.
Labolo, M., & Ilham, T. (2017). Partai politik dan sistem pemilihan umum di Indonesia: Teori, konsep, dan isu strategis. Depok: Rajawali Pers.
Mahfud MD, M. (2017). Kata pengantar. Dalam N. Huda & M. I. Nasef (Eds.), Penataan demokrasi dan pemilu di Indonesia pasca reformasi (hlm. vii–xii). Jakarta: Kencana.
Pramono, A. (2005). Elite politik: Yang loyo dan harapan masa depan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Asshiddiqie, J. (2015). Hukum tata negara dan pilar-pilar demokrasi. Jakarta: Sinar Grafika.
Zamroni. (2013). Pendidikan demokrasi pada masyarakat multikultur. Yogyakarta: Ombak.