Main Article Content

Abstract

This research discusses the phenomenon of street children in Makassar City through a political sociology approach and Henri Lefebvre's theory of space production. The research identifies the causes of street children's emergence and analyzes the government's countermeasures. Massive urban development by the government and capitalists has created social inequality, dividing urban space into abstract space, which the state and capital owners utilize for business interests, and social space, which people use to live and do activities. This study aims to evaluate the effectiveness of street children handling policies through repressive and preventive approaches implemented by the Makassar City Government. This research uses a qualitative approach with a literature study method and descriptive-critical analysis. The theory of poverty and urbanization is used to explain that inequality is part of a capitalistic structure that places capital above people's social rights. The results show that government and community efforts in dealing with street children still face various structural barriers. Therefore, more inclusive and spatial justice-based policies are needed to solve this problem sustainably.

Keywords

Street Children Social Space Inequality

Article Details

How to Cite
Pratama, G., Al Khaer Zahir, M. Z., Alan Syahrier , F., Anshori , M. W., & Astuti, W. (2025). Effectiveness of Street Children Handling Policy amid Urban Spatial Inequality: A Case Study in Makassar City, Indonesia. Golden Ratio of Data in Summary, 5(3), 329–338. https://doi.org/10.52970/grdis.v5i3.1441

References

  1. Anasiru, R. (2011). Implementasi model-model kebijakan penanggulangan anak jalanan di Kota Makassar (hlm. 175–186).
  2. Auria, I. (2021). Analisis pengaruh ketimpangan pendapatan, tenaga kerja, dan angka harapan hidup terhadap kemiskinan di pulau Jawa dalam 7 Paper Knowledge: Toward a Media History of Documents.
  3. Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Makassar. (2009). Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 2 Tahun 2008 tentang pembinaan anak jalanan, gelandangan, pengemis dan pengamen di Kota Makassar (hlm. 9–25).
  4. Bahfiarti, T., & Muhammad, R. (2019). Di Kota Makassar (Study on handling children and beggars in Makassar City). Inovasi dan Pelayanan Publik Makassar, 1, 43–54.
  5. Biagi, F. (2020). Henri Lefebvre's urban critical theory: Rethinking the city against capitalism.
  6. Dwianto. (2012). Teori ruang dalam sosiologi perkotaan: sebuah pendekatan baru. Masyarakat: Jurnal Sosiologi, 17(1). https://doi.org/10.7454/mjs.v17i1.1191
  7. Halim. Psikologi lingkungan perkotaan. (Tahun tidak disebutkan)
  8. Hamsyukur (2017). Pembinaan anak jalanan berdasarkan Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2008 di Kota Makassar. Jurnal Tomalebbi, (2), 43–57. http://103.76.50.195/tomalebbi/article/view/3665
  9. Harvey, D. (2005). A brief history of neoliberalism. Oxford University Press.
  10. Harvey, D. (2015). Companion to Marx's Capital.
  11. Hasanah, H. (2017). Teknik‑teknik observasi (sebuah alternatif metode pengumpulan data kualitatif ilmu‑ilmu sosial). At‑Taqaddum, 8(1), 21. https://doi.org/10.21580/at.v8i1.1163
  12. Hastira, M. F. (2022). Pendekatan sosio‑spasial Lefebvre dalam kebijakan pemanfaatan ruang (Perda RTRW Kota Parepare). NeoRespublica: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 4(1), 45–57. https://doi.org/10.52423/neores.v4i1.18
  13. Hukumonline, Tim. (2024). Perbedaan upaya preventif dan represif serta contohnya. Hukumonline. https://www.hukumonline.com/berita/a/upaya-preventif-lt63e0813b74769/
  14. Humas. (2022). Pengertian represif adalah: berikut jenis tindakan dan contohnya. UMM Koran Detik Jabar. https://www.umm.ac.id/id/arsip-koran/detik-jabar/pengertian-represif-adalah-berikut-jenis-tindakan-dan-contohnya.html
  15. Ihsannudin. (2014). Agriekonomika: Jurnal sosial ekonomi dan kebijakan pertanian (Vol. 3).
  16. Jaya, I. (2021). Implementasi kebijakan penanganan gelandangan, pengemis, tuna susila dan anak jalanan di Kota Palangka Raya. Journal Ilmu Sosial, Politik dan Pemerintahan, 8(1), 1–8. https://doi.org/10.37304/jispar.v8i1.612
  17. Kemensesneg RI. (2002). Undang‑Undang Nomor 23 Tahun 2002. In UU Perlindungan Anak (hal. 48). https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/38723/uu-no-35-tahun-2014
  18. Nalle, V. I. W. (2021). Pendekatan geografi hukum kritis dalam kajian hukum tata ruang Indonesia: sebuah wacana filsafat hukum dan interdisiplin. Justitia et Pax, 37(1). https://doi.org/10.24002/jep.v37i1.4175
  19. Qodir, Z. (2012). Sosiologi politik Islam (hal. 318).
  20. Rah Adi Fahmi, G., Setyadi, S., & Suiro, U. (2018). Analisis strategi penanggulangan kemiskinan di Provinsi Banten. Jurnal Ekonomi‑Qu, 8(2), 227–248. https://doi.org/10.35448/jequ.v8i2.4450
  21. Sakman. (2016). Studi tentang anak jalanan (tinjauan implementasi Perda Kota Makassar Nomor 2 Tahun 2008 tentang pembinaan anak jalanan, gelandangan, pengemis, dan pengamen di Kota Makassar). Supremasi, XI(3), 1–21. http://ojs.unm.ac.id/index.php/supremasi/article/download/2816/1516
  22. Soyomukti, N. (tanpa tahun). Pengantar sosiologi: dasar analisis, teori & pendekatan menuju analisis masalah‑masalah sosial, perubahan sosial, & kajian‑kajian strategis. Ar Ruzz Media.
  23. Sugiono. (2015). Metode penelitian pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
  24. Sugiyono, P. B. (2022). Memahami konsep ruang menurut Henri Lefebvre. Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 6(2), 101. https://doi.org/10.24198/jsg.v6i2.36309
  25. Umar Sidiq. (2019). Metode penelitian kualitatif di bidang pendidikan. Journal of Chemical Information and Modeling, 53.
  26. Wahyudi, A., Usman, J., & Mone, A. (2021). Peran Dinas Sosial dalam pembinaan anak jalanan di Kota Makassar. Journal.Unismuh, 2(4), 1287–1299. https://journal.unismuh.ac.id/index.php/kimap/index
  27. Yusuf, A. M. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan. Kencana.

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.