Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manajemen mutu pengelolaan laboratorium dalam mengatasi tantangan dan menggali kompetensi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, kepala laboratorium, laboran, guru, dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan studi dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar wawancara, ddan okumentasi. Berdasarkan analisis dan identifikasi data, diketahui bahwa perencanaan pengelolaan laboratorium di dua sekolah sudah memiliki program kegiatan yang terstruktur. Pelaksanaan pengelolaan laboratorium telah memfasilitasi kegiatan pembelajaran siswa dan meningkatkan keterampilan siswa. Pemantauan/evaluasi dilakukan sekali dalam satu semester dan melibatkan siswa dalam proses evaluasi tersebut. Rangkaian optimasi pengelolaan laboratorium dapat mengatasi tantangan dan menggali potensi siswa.

Keywords

Laboratory Quality Management Student Competency

Article Details

How to Cite
Rahmawati, D. (2025). Optimizing Biology Laboratory Management in High Schools: Overcoming Challenges and Exploring Potential. Golden Ratio of Mapping Idea and Literature Format, 5(2), 97–107. https://doi.org/10.52970/grmilf.v5i2.1672

References

  1. Agustina, P., Saputra, A., Khotimah, E. K., Rohmahsari, D., & Sulistyanti, N. (2019). Evaluasi pelaksanaan praktikum biologi di SMA Negeri di Klaten pada ditinjau dari kualitas laboratorium, pengelolaan, dan pelaksanaan praktikum. BIO-PEDAGOGI, 8(2), 105. https://doi.org/10.20961/bio-pedagogi.v8i2.36148
  2. Darby-White, T., Wicker, S., & Diack, M. (2019). Evaluating the effectiveness of virtual chemistry laboratory (VCL) in enhancing conceptual understanding: Using VCL as a pre-laboratory assignment. Journal of Computers in Mathematics and Science Teaching, 38(1), 31–48.
  3. Djafri, N., & Rahmat, A. (2017). Mapping of leadership species protection for the sustainable economic growth of local communities. European Research Studies Journal, XX(Issue 4A), 432–442. https://doi.org/10.35808/ersj/845
  4. Ella Siti Chaeriah. (2016). Quality management (Vol. 4, No. 2), 9.
  5. Evana, Y., Fitria, H., & Fitriani, Y. (2021). Managing a science laboratory at a senior high school in the digital era. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia), 6(3), 660. https://doi.org/10.29210/021105jpgi0005
  6. Gustini, N. (2020). Manajemen laboratorium sains untuk meningkatkan mutu pembelajaran. 5(2), 14.
  7. Isiah, S., Hardi Purba, H., & Debora, F. (2020). Plan-Do-Check-Action (PDCA) method: Literature review and research issues. Jurnal Sistem Dan Manajemen Industri, 4(1), 72–81. https://doi.org/10.30656/jsmi.v4i1.2186
  8. Marfuah, U. (2021). Penerapan PDCA untuk meningkatkan kualitas proses pemeriksaan klaim baterai sepeda motor matik di PT. XYZ. 10.
  9. Peniati, E., & Purwantoyo, E. (2013). Model analisis evaluasi diri untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa calon guru IPA dalam merancang pengembangan laboratorium di sekolah. 13.
  10. Rachman, P. (2020). Implementasi Plan-Do-Check-Act (PDCA) berbasis key performance indicators (KPI): Studi kasus di SMP-SMA Integral Ar-Rohmah Dau Malang. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(2), 14–27. https://doi.org/10.33650/al-tanzim.v4i2.981
  11. Ricós, C., García-Victoria, M., & Fuente, B. de la. (2004). Quality indicators and specifications for the extra-analytical phases in clinical laboratory management. Clinical Chemistry and Laboratory Medicine (CCLM), 42(6). https://doi.org/10.1515/CCLM.2004.100