Main Article Content

Abstract

This study examines the constitutionality of independent Government Regulations (PP) within the Indonesian legal system. Independent Government Regulations (PP) are regulations issued by the President without an explicit delegation of authority from a law, but based on the attribution of authority under Article 5 (2) of the 1945 Constitution. This phenomenon has sparked debate regarding its compatibility with the principles of the rule of law and the principle of legality. Using a normative legal approach, this study analyzes legislation, Supreme Court decisions, and the opinions of constitutional law experts through a literature review. The research findings indicate that independent Government Regulations (PP) are constitutional as long as their issuance is based on the President’s delegated authority and does not conflict with laws or the 1945 Constitution. However, their existence must remain subject to oversight through the Supreme Court’s judicial review mechanism to ensure their conformity with the hierarchy of legislation and the principle of legality. These findings underscore the importance of legal clarity in the formulation of Government Regulations to prevent legal uncertainty and potential abuse of authority, while simultaneously strengthening the constitutional system and regulatory framework in Indonesia.

Keywords

Constitutionality Government Regulations Delegate Legislation Judicial Review

Article Details

How to Cite
Saada, A. N. (2026). Constitutionality Of Independent Government Regulations (PP) In Indonesia. Golden Ratio of Law and Social Policy Review, 5(2), 377–388. https://doi.org/10.52970/grlspr.v5i2.2142

References

  1. Aditya Ardiansyah, I. (2024). Urgensi Partisipasi Masyarakat Dalam Pembentukan Rancangan Undang-Undang Masyarkat Hukum Adat. 1.
  2. Aini, R., Azzura, G., & Ananda, P. (2024). Kedudukan dan Kewenangan Mahkamah Agung dalam Menyelenggarakan Kekuasaan Kehakiman di Indonesia. 8(1), 303–309.
  3. Al-Fatih, S., & Fadli, M. (2024). History of The Development of The Principle of Delegatus Non-Potes Delegare and Its Implementation. Arena Hukum, 17(1), 210–225. https://doi.org/10.21776/ub.arenahukum.2024.01701.12
  4. Al-Fatih, S., Safaat, M. A., Widiarto, A. E., Uyun, D. Al, & Nur, M. (2023). The Hierarchical Model of Delegated Legislation in Indonesia. Lex Scientia Law Review, 7(2), 629–658. https://doi.org/10.15294/lesrev.v7i2.74651
  5. Alivia Fitri Salsabila. (2023). Penerapan Prinsip Legalitas, Yuridikitas, Dan Diskresi Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Di Indonesia Guna Mengukuhkan Tata Kelola Yang Berkeadilan. 09, 3683–3696.
  6. Aminudin, C. (2025). Pencegahan Penyalahgunaan Wewenang Pemerintah dalamMembuat Peraturan Perundang-Undangan SekunderPreventing Abuse of Government Power in Making Secondary Legislation. Jurnal Hukum Ekualitas, 1(1).
  7. Ayah Natalian Oktavianus, A. (2022). Kewenangan Mahkamah Konstitusi Dalam Menguji Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Ditinjau Dari Perspektif Negara Konstitusional. Jurnal Paris Langkis, 2(2), 41–50. https://doi.org/10.37304/paris.v2i2.3669
  8. Baizura, M. (2021). Penataan Pendelegasian Perundang-Undangan dalam Pembentukan Peraturan Daerah Dikaitkan Dengan Realisasi Program Pembentukan Peraturan Daerah. Riau Law Journal, 5(2), 240. https://doi.org/10.30652/rlj.v5i2.7884
  9. Bimasakti, M. A. (2024). Permasalahan Instrumen Delegasi Kewenangan Menurut Undang-Undang Administrasi Pemerintahan. Konferensi Nasional Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara Dan Hukum Administrasi Negara, 2(1), 187–208. https://doi.org/10.55292/6fgdqt22
  10. Delegasi, M., & Perundang-undangan, P. S. P. (2024). Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora ( ASH ) Materi Muatan Peraturan Pemerintah Atau Peraturan Presiden. 1(2).
  11. Erickatama, A. (2023). Problematika Perencanaan Pembentukan Peraturan Pemerintah Dan Peraturan Presiden. Grondwet, 2(2), 224–237.
  12. Harahap, P. K. (2025). Kedudukan Peraturan Presiden Dalam Hierarki Peraturan Perundang-Undangan Indonesia. Jurnal Hukum, Pendidikan & Sosial Keagamaan, 4(2), 233–248. https://doi.org/https://doi.org/10.47200/awtjhpsa.v4i2.2868
  13. Irfan Ardyan Nusanto. (2021). Analisis terhadap Dualitas Peraturan Menteri dalam Sistem Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia. 4(1), 53–68. https://doi.org/10.24090/volksgeist.v4i1.4660
  14. Ismail, A. S., Az Zahra, Q., Pratiwi Nurcahyan, E., & Nurul Anisa, A. (2024). Keberlakuan Peraturan Pemerintah Yang Belum Ada Peraturan Pelaksanaannya. AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum, 5(1), 55–64. https://doi.org/10.47776/alwasath.v5i1.687
  15. Jayadi, H., & Setiawan, A. (2024). Model Pendelegasian Materi Muatan Peraturan Lembaga Negara Setingkat Presiden. Jurnal Kompilasi Hukum, 9(2), 235–248. https://doi.org/https://doi.org/10.29303/jkh.v9i2.195
  16. Jimly Asshiddiqie. (2020). Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. sinar grafika.
  17. Kholish, M. A., & Ulumuddin, I. F. (2022). Supremasi Hukum dan Perubahan Sosial : Sebuah Tinjauan Hukum Barat Dan Hukum Islam. Peradaban Journal Law and Society, 1(1).
  18. Kurniawati, D., & Rohmah, E. I. (2024). Peran Mahkamah Konstitusi Dalam Penguatan Prinsip Checks And Balances Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia Dalam sistem ketatanegaraan modern , prinsip checks and balances keseimbangan kekuasaan antara cabang-cabang pemerintahan , yakni yang berpotensi m. Qaumiyyah: Jurnal Hukum Tata Negara, 5(2), 183–207.
  19. Maarif, I. (2024). Dinamika Kedudukan Peraturan Lembaga dalam Hierarki Perundang-Undangan : Tinjauan Yuridis dan Perspektif Praktis. Unes Law Review, 7(1), 336–344. https://doi.org/https://doi.org/10.31933/unesrev.v7i1.2297
  20. Marihot, J., Saragi, A., Sjarif, F. A., & Indrati, M. F. (2024). Implementing Regulations for the Omnibus Law within the Taxation Cluster : A Delegated Legislation Perspective. Jurnal Ilmu Hukum Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Indonesia, 11(01), 20–44. https://doi.org/https://doi.org/10.58829/lp.11.1.2024.239
  21. Muhali, & Kuntardjo, C. (2024). Obscurity Of Norms : Nurses As Recipients Of Delegated Tasks From Anesthesiologists Kekaburan Norma ( Obscurity Norm ) Perawat Sebagai Penerima Tugas. Jurnal Hukum Sehasen, 10(2), 495–502.
  22. Muhammad Saleh S.H. (2021). Rekonseptualisasi Pendelegasian Wewenang Legislasi dalam Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. 167–186.
  23. Ongaran, J. S., & Adhari, A. (2025). Mencegah Legalisasi Tindakan Ultra Vires Melalui Struktur Hierarkis: Hubungan Presumptio Iustae Causa Dan Prinsip Legalitas Dalam Hukum Administrasi Indonesia. El-Iqtishady: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 7(2), 1191–1204. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/el-iqthisady.v7i2.63250
  24. Sholahuddin Al-Fatih, S.H., M. . (2022). Model Penataan Regulasi Peraturan Delegasi Dalam Hierarki Peraturan Perundang-Undangan Di Indonesia. 1, 829–854.
  25. Sholahuddin Al-Fatih. (2023). Rethinking Delegated Legislation in the Indonesian Legal System. 14(2), 240–251.
  26. Supit, G. J., Rumokoy, D. A., Pinasang, D. R., Hukum, M., Universitas, P., & Ratulangi, S. (2026). Analisis Yuridis Pelaksanaan Wewenang Oleh Pejabat Pemerintah Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan. 6, 83–92.
  27. Suteki, S. (2022). Hegemoni Oligarki Dan Ambruknya Supremasi Hukum. Jurnal Crepido, 04(November), 161–170. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/crepido.4.2.161-170
  28. Taqiuddin, H. U., Tantri, T., Tenggara, W. N., & Presidensial-multipartai, S. (1945). Paradoks Sistem Presidensial-Multipartai dan Pelemahan Checks and Balances Legislatif Pasca Amandemen UUD 1945. c, 18–36.
  29. Taufan, M., Putra, P., Susetyo, W., Hukum, F., Islam, U., Indonesia, B., & Koperasi, P. (2025). Dualisme Kewenangan Pengawasan Koperasi Simpan Pinjam Antara Kementerian Koperasi Dan UKM Serta Otoritas Jasa Keuangan. Jurnal Supremasi, 15(25), 135–148. https://doi.org/https://doi.org/10.35457/4n04k667
  30. Wahyu Prianto. (2024). Analisis Hierarki Perundang-Undangan. 2(1), 8–20.